Kekuatan Bitcoin Diuji dengan Larangan Pemerintah China

Beberapa waktu yang lalu, pemerintah China mengeluarkan larangan keras terhadap pertukaran mata uang Bitcoin. Peraturan baru tersebut dikeluarkan karena regulator negara tersebut menganggap bahwa mata uang virtual tersebut sangat beresiko dan spekulatif.

Larangan itu telah memicu kepanikan pasar, dan terjadi beberapa volume aksi jual transaksi Bitcoin di market. Sentimen negatif tersebut muncul, cenderung karena disebabkan oleh kurangnya informasi yang jelas dan bervariasi. Karena kondisi yang tidak menentu tersebut, harga Bitcoin sempat mengalami penurunan hingga 20 persen.

Akan tetapi kondisi dan situasi sekarang sangat jauh berbeda dengan kondisi market Bitcoin beberapa tahun yang lalu. Dimana sekarang ini Bitcoin sudah sangat berkembang di seluruh dunia, dan tidak lagi menjadikan China sebagai pusat dan kekuatan perdagangan mata uang digital tersebut.

Seperti halnya tahun 2013 dimana saat itu People’s Bank of China yang tiba-tiba saja menyatakan bahwa Bitcoin bukanlah mata uang. Pada saat itu Bitcoin mengalami kejatuhan yang sangat buruk. Karena pasar yang begitu panik, nilai tukar Bitcoin pada masa itu terkoreksi hingga 50%. Dari harga tertinggi yang kala itu mencapai USD 1150, menjadi dibawah USD 500 per BTC.

Perlu beberapa tahun bagi Bitcoin pada kala itu untuk bangkit kembali. Apalagi China saat itu menguasai perdagangan hingga 90% dari seluruh volume perdagangan BTC di seluruh dunia. Inilah gambaran volume perdagangan Bitcoin, mulai tahun 2013 sampai dengan 2016. Tentu saja harga Bitcoin sangat terpengaruh dengan pasar China.

Akan tetapi semenjak menginjak tahun 2017, pasar seakan-akan berbalik 180 derajat. Volume perdangangan Bitcoin di China turun drastis jika dihitung secara global. Pasar Bitcoin sudah menjadi sangat variatif, dimana pasar USD, JPY, EUR, KRW dan GBP ikut mengambil volume besar di pasar. Begitu juga dengan Rupiah tentunya.

Memang diakui, larangan keras pemerintah China tersebut cukup memberikan efek bagi pasar dan nilai Bitcoin, tapi disinilah ujian bagi Bitcoin. Efek tersebut tidak sebesar isu-isu sebelumnya, dimana sekarang pasar global lah yang menentukan, bukan hanya pasar satu negara saja. Sekarang banyak variabel yang membengarui harga Bitcoin tersebut.

Sampai dengan sekarang Bitcoin masih mampu mengcovery harga turun yang disebabkan oleh kepanikan pasar, dan bisa kembali ke harga USD 3500 per BTC. Efek positifnya adalah, larangan pemerintah China tersebut akan membuat market China benar-benar keluar dari market Bitcoin, sehingga nilai Bitcoin yang terjadi setelah kondisi ini adalah harga Bitcoin yang ditentukan pasar global. Diharapkan keputusan-keputusan pemerintah China yang memberikan efek negatif terhadap Bitcoin sudah tidak ada lagi, dan membuat harga Bitcoin menjadi lebih stabil. Semoga saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *