Arti dan Cara Kerja Blockchain Secara Sederhana dan Gampang Dipahami



Top Crypto Exchanger

               

Blockchain adalah sebuah teknologi yang sedang naik daun saat ini. Seperti kata pepatah “jika kita tidak bisa memahami suatu hal secara sederhana, berarti kita tidak akan mampu mengerti suatu hal dengan cukup lengkap dan mendalam”. Oleh karena itu, tulisan berikut adalah membahas pengertian dan cara kerja blockchain secara sederhana dan bisa dipahami dengan mudah oleh semua orang.

Sebelumnya kita harus memilah dua hal yg cukup berhubungan saat ini, yaitu Bitcoin (BTC) dan blockchain. Bitcoin adalah uang digital, atau bentuk dari uang elektronik. Sedangkan blockchain adalah tehnologi yang mampu memindahkan coin digital dari satu individu, ke individu yang lainnya di seluruh dunia. Jadi perlu ditegaskan bahwa Bitcoin tidak sama dengan blockchain.

Permasalahan yang dipecahkan dalam blockchain adalah transfer uang atau asset. Sebagian besar transfer uang dari negara satu ke negara lainnya, saat ini adalah dengan menggunakan jasa pihak ketiga yang dipercaya. Pihak ketiga tersebut akan mengidentifikasi dahulu pihak penerima. Prosesnya pada umumnya dalam hitungan hari dan memberikan layanan dengan sejumlah fee atau biaya. Permasalahan yang terpecahkan dengan blockchain adalah transaksi tidak perlu menyewa jasa pihak ketiga, waktu yang dibutuhkan adalah instant dan biaya yang dikenakan sangat kecil. Wallet-wallet para individu terkoneksi dan tersinkronisasi dalam jaringan yang luas.

Konsep open ledger (buku besar terbuka)
Untuk ilustrasi jaringan teknologi ini adalah tentang konsep open ledger (sebuah catatan transaksi dalam buku besar secara terbuka). Dimana di sebuah lembaga keuangan, misalnya perbankan, buku besar adalah kumpulan catatan semua transaksi akuntansi debet dan kredit.

Dalam jaringan blockchain, misalkan ada empat orang bernama A, B, C dan D melakukan transaksi sebuah pemindahan uang. Jika anggap saja pada mulanya A mempunyai sejumlah uang $20 dalam jaringan. Maka bisa kita gambarkan bahwa catatan transaksi adalah si A memiliki saldo $20 pada pembukuan. Pada saat itu A mengirimkan sejumlah uang ke B $10, maka ada sebuah catatan transaksi baru terjadi yang menyatakan bahwa A mengirim uang ke B sejumlah $10. Catatan tersebut akan dihubungkan sebagai sebuah rantai transaksi dari transaksi sebelumnya. Begitu juga ketika si B mengirimkan uang ke C sebesar $ 5, dan si C kemudian mengirimkan uang ke D sejumlah $3, maka semuanya menjadi catatan transaksi baru yang tercatat di pembukuan terbuka dan dihubungkan sebagai sebuah rantai transaksi dari transaksi sebelumnya.

Semua catatan tersebut bersifat terbuka untuk publik dan semua orang. Sehingga setiap peserta di dalam jaringan bisa melihat dimana uang berada, berapa besar jumlah uang di masing-masing wallet, dan juga jaringan bisa mendeteksi apakah transaksi tersebut valid atau tidak valid. Jadi jika contoh transaksi dilanjutkan dengan misalnya si A mengirimkan uang ke D sejumlah $15, maka semua orang di dalam jaringan bisa melihat bahwa transaksi tersebut tidak valid. Karena si A sudah mengirimkan uang sejumlah $10 kepada si B. Jadi sisa uang dari si A adalah tinggal $10, jadi tidak mungkin si A bisa mengirim uang $15 ke D. Transaksi tidak valid tersebut tidak bisa ditambahkan kedalam chain (rantai) transaksi karena tidak valid. Semua proses ini dilakukan secara perhitungan matematis dan bahasa komputer yang canggih.

Konsep desentralisasi
Prinsip kedua dari teknologi blockchain adalah desentralisasi, artinya catatan keuangan di dalam ledger (buku besar) tidak dipegang oleh satu pihak tertentu. Setiap individu di dalam jaringan blockchain akan mendapatkan copy buku besar dalam nodes mereka. Disinilah salah satu keunggulan blockchain, masing-masing individu yang jumlahnya ribuan bahkan jutaan itu, akan memiliki catatan buku besar dengan copy yang sama dan tersinkronisasi satu sama lain dalam jaringan. Sehingga hampir mustahil seorang hacker memanipulasi proses transaksi keuangan elektronik tersebut, karena jika mereka ingin melakukannya maka harus meng hack jutaan komputer di dunia secara sekaligus dan bersamaan.

Konsep miner
Di dunia cryptocurrency ada istilah yang disebut dengan miner. Miner adalah para pengumpul rewards dari sebuah proses yang berlangsung di blockchain. Miner membutuhkan alat atau perangkat untuk melakukan pekerjaannya, biasanya dengan menggunakan hardware atau software komputer canggih dan khusus. Untuk lebih mudahnya akan digambarkan dengan ulasan sederhana seperti dibawah ini.

 

Contoh case jika si B akan melakukan transfer uang digital kepada si D, maka secara sistem, pertama-tama adalah akan terjadi broadcast keseluruh jaringan bahwa si B akan melakukan transfer $2 kepada si D, dengan status yang belum tervalidasi. Setelah itu maka para miner (contohnya si A, C dan E) akan berkompetisi untuk menyelesaikan transaksi tersebut. Ada dua hal yang mereka lakukan yaitu:

  1. Memvalidasi, ini adalah tahapan yang cukup mudah, yaitu menghitung apakah transaksi tersebut mungkin dilakukan, yaitu menghitung secara komputerize tentang saldo si B, alamat si D dan lain sebagainya. Dimana data tersebut terbuka di open ledger.
  2. Menambah transaksi di dalam open ledger (buku besar). Disinilah sistem komputerisasi yang canggih akan melakukan tugasnya. Karena ledger yang akan ditambahkan terdapat puzzle key (password) yang harus dipecahkan secara alogaritma komputer oleh miner.

Miner yang bisa memecahkan key tersebut dan mampu menyelesaikan transaksi sampai dengan tercatat di dalam buku besar, maka akan mendapatkan sejumlah reward (fee). Fee tersebut tergantung dari mata uang apa yang sedang diproses, jika BTC, maka rewardnya berupa BTC, dan jika ETH (ethereum) maka rewardnya akan berupa ethereum, dan lain sebagainya. Reward tersebut adalah sejumlah kecil dari uang yang ditransaksikan.

Sebut saja, jika si C adalah miner yang mampu memecahkan key untuk pencatatan di buku besar, maka si C adalah yang mendapatkan insentif. Si C akan segera mencatat rantai transaksi yang terbaru tersebut ke ledger dia, kemudian membroadcast rantai transaksi tersebut ke semua jaringan, sehingga singkronisasi semua ledger jaringan adalah sama. Transaksi tersebut berlangsung terus menerus melalui jaringan secara komputerize dengan alogarithma matematis tingkat tinggi. Semoga pembahasan sederhana ini bisa membantu dan menjembatani para penggemar cryptocurrency untuk mempelajari teknologi baru tersebut dengan lebih mendalam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *